Jurnal kromatografi lapis tipis
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
Lela Sastry Br Sormin
A1C119086
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILIMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN KE-10
I. Judul : Kromatografi Lapis Tipis
II. Hari/Tanggal : Senin, 03 Mei 2021
III. Tujuan : Adapun tujuan dilakukan percobaan kali ini adalah
1. Untuk dapat memahami teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis
2.Untuk dapat memisahkan suatu senyawa dari campurannya dengan menggunakan kromatografi lapis tipis
IV. Landasan Teori
Dan dimana fase diam dalam sampel adalah bahan yang berwujud padat yang menyerupai seperti partikel kecil. Sedangakan pada fase diam merupakan bahan yang berwujud seperti cairan atau dalam bentuk gas (Rohman,2009).
Adapun prinsip utama dari kromarografi lapis tipis adalah sebuah tahapan kromatografi yang berwujud cair yang mana fasa statis dan fasa bergeraknya sangat berpengaruh. Dimana, fasa statis berguna penyokong dari lapisan zat cairnya dan fasa geraknya biasanya terdiri dari campuran zat pelarur dari pengembangnya (Iskandar,2007)
V. Alat dan Bahan
5.1. Alat
1. Kaca penutup
2. Gelas ukur
3. Plat TLC
4. Penggaris
5. Lampu UV
5.2. Bahan
1. Larutan CHCl3. NaOh . H2O perbandingan 16 :6 :1
2. Larutan Heksena . EtoAC Perbandingan 8 : 2
3. Larutan Benzena . EtoAC Perbandingan 8 : 2
4. Larutan EtoAC/ EOH . H2O Perbandingan 10 : 2 : 1
VI. Prosedur Kerja
1. Pertama, disiapkan fasa gerak berupa . Larutan CHCl3. NaOh . H2O perbandingan 16 :6 :1, Larutan Heksena . EtoAC Perbandingan 8 : 2, Larutan Benzena . EtoAC Perbandingan 8 : 2, Larutan EtoAC/ EOH . H2O Perbandingan 10 : 2 : 1
2. Kemudian,disiapkan plat TLC dengan menggambar sebuah garis dengan jarak 1 cm dari dasar plat secara lembut dengan menggunakan pensil.
3. Setelah itu, disiapkan 4 buah plat TLC. Buatlah 4 buah titik dengan jarak masing-masing 1 cm untuk pelarut atau fasa gerak yang digunakan masing-masing pada 4 buah plat TLC.
4. Lalu, ditotolkan noda pada plat TLC
5. Kemudian, diletakkan plat TLC tegak lurus ke dalam fasa gerak. Jangan biarkan plat TLC bergerak dan terendam karena dapat merusak totolan dan nilai Rf.
6. Setelah itu, amati fasa gerak yang naik ke atas plat TLC.
7. Diambil plat TLC apabila fasa gerak telah mencapai jarak 1 cm dari ujung atas plat TLC
8. Dibuat garis pada bagian atas batas pelarut dengan hati-hati menggunakan pensil. Lalu, dibiarkan plat TLC untuk menguapkan pelarut.
9. Diletakkan di bawah lampu UV untuk memvisualisasikan jarak tempuh pelarut. Gambarkan lingkaran pada setiap noda yang terlihat dengan hati-hati.
10.Diukur noda menggunakan penggaris
11. Dicatat dan diamati hasilnya.
Berikut ini link vidio youtube pada percobaan ini adalah:
Pertanyaan:
1.Pada vidio percobaan tersebur,apa yang menjadi fase diam dan fase Geraknya pada proses kromatografi lapis tipis tersebut?
2. bagaimana perubahan warna yang dihasilkan pada Plat TLC tersebut ?
3.apa fungsi dari Kaca penutup?
baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
BalasHapusAkan menjawab permasalaahan no 3
pada percobaan ini kaca penutup digunakan menutup gelas kimia yang ada agar larutan tidak menguap
baiklah saya Putri Mayang Sari A1C119056 akan menjawab pertanyaan no.1 adapun fasa gerak berupa . Larutan CHCl3. NaOh . H2O perbandingan 16 :6 :1, Larutan Heksena . EtoAC Perbandingan 8 : 2, Larutan Benzena . EtoAC Perbandingan 8 : 2, Larutan EtoAC/ EOH . H2O Perbandingan 10 : 2 : 1, sedangkan fasa diamnya yaitu plat TLC
BalasHapusPerkenalkan nama saya Gustina Romarti Fajrin (A1C119053) akan menjawab pertanyaan Lela yang no.2
BalasHapusPerubahan warna yang terjadi pada plat KLT itu dari warna kuning menjadi coklat. Hal itu terjadi karena fasa gerak nya terelusi pada plat KlT