Jurnal pembuatan sikloheksanon
JURNAL PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
Lela Sastry Br Sormin
A1C119086
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I. Judul : Pembuatan Sikloheksanon
II. Hari/tanggal : Senin/ 26 April 2021
III. Tujuan : Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Untuk mensintesis sikloheksanol dari pengurangan sikloheksanon dengan menggunakan natrium borohidrida
2. Untuk mengkarakterisasi produk reduksi menggunakan spektroskopi IR
IV. Landasan Teori
Sikloheksanon oksim adalah sangat penting dalam bidang industri dikarenakan dapat digunakan untuk memperoleh kaprolaktam. Kaprolaktam merupakan bahan dasar untuk pembuatan nilon dan plastik. Amoksimasi sikloheksanon menjadi sikloheksanon oksim merupakan reaksi antara sikloheksanon dan hidroksilamin sulfat (Harsayanto, 2016)
Tingkat oksidasi C dalam sikloheksanol adalah nol. Sedangkan dalam sikloheksanon adalah 2+ (Tim Kimia Organik, 2021).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
1. Tabung reaksi 5 ml
2. Tabung reaksi 10 ml
3. Silinder ukur 250 ml
4. Spatula
5. Rotary evaporator
6. Spectrometer
7. Rak tabung reaksi
8. Pipet tetes
9. Botol sampel
5.2 Bahan
1. Methanol
2. Sikloheksanon
3. Es
4. Natrium borohidrida (NaBH4)
5. NaOH 3 M
6. Larutan diklorometana (CH2Cl2)
7. Air suling
8. Natrium Sulfat Anhidrat (Na2SO4)
9. Kertas saring
VI. Prosedur kerja
1. Masukkan 5 ml methanol kedalam tabung reaksi
2. Tambahkan 2 ml sikloheksanon
3. Digoyangkan tabung reaksi
4. Didinginkan tabung reaksi didalam batu es
5. Setelah didinginkan lalu diangkat dan kemudian digoyangkan tabung reaksinya, terbentuk larutan kuning bening
6. Tambahkan Natrium borohidrida 200 mg dengan hati-hati kedalam tabung reaksi
7. Diaduk tabung reaksi, terbentuk larutan kuning keruh
8. Didinginkan kembali pada tumpukan es
9. Setelah rekasi terhenti angkat tabung reaksi, kemudian didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit sampai reaksi selesai, terbentuk larutan kuning
10. Diaduk lalu ditambahkan NaOH 3 M 5 ml guna untuk menguraikan ester tubuh dalam larutan
11. Tambahkan 4 ml air suling
12. Digoyangkan tabung reaksi, terbentuk 2 lapisan, atas keruh bawah bening
13. Diambil lapisan atas dan dimasukkan kedalam gelas ukur
14. Dimasukkan larutan kedalam corong pemisah
15. Ditambahkan 5 ml diklorometana
16. Digoncang corong pemisah
17. Dipisahkan lapisan bawahnya
18. Ulangi langkah sebelumnya pada lapisan atas
19. Ditambahkan diklorometana dalam corong pemisah
20. Digoncang corong pemisah
21. Pisahkan lapisan bawah kedalam gelas kimia
22. Ditambahkan dengan natrium sulfat anhidrat
23. Diaduk
24. Disaring larutan yang ada didalam gelas kimia tadi
25. Pindahkan larutan kedalam labu alas bulat yang kecil bersih dan kering
26. Diuapkan menggunakan pelarut pada rotary evaporator, terbentuk larutan bening
Link video : https://youtu.be/T5uUACqovMI
Permasalahan:
1. Mengapa dilakukan pendingin pada larutan ini?
2. mengapa menggunakan corong pisah pada praktikum ini?
3. Apa fungsi dari Rotary evaporator?
Baiklah Saya Sindi Permata Sari, Dengan NIM A1C119064, Ingin menjawab pertanyaan dari Lela no 2.Tujuan Dari penggunaan Corong Pisah ini adalah ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda yang takcampur.
BalasHapusbaiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
BalasHapusAkan menjawab permasalahan no 3
Rotary evaporator digunakan untuk memisahkan suatu pelarut (solvent) dari sebuah larutan, sehingga akan menghasilkan ekstrak dengan kandungan atau konsetrasi lebih pekat atau sesuai kebutuhan
Baiklah, Perkenalkan nama saya Soni Fitri Br Nababan (A1C119097) akan menjawab pertanyaan lela yang no. 1
BalasHapusPendinginan dilakukan supaya menaikkan titik suhunya supaya suhunya agar semakin mencapai suhu yang diinginkan.