Laporan pembuatan sikloheksanon
LAPORAN
PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN X
PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
DISUSUN OLEH :
Lela Sastry Br Sormin
A1C119086
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VI. Data Pengamatan :
No
Perlakuan
Alat dan Bahan
Tujuan
Hasil Pengamatan
1.
Ditimbang sikloheksanol dan kemudian dimasukkan es batu dan dimasukkan asam sulfat
Tabung Reaksi: Wadah dalam mencampurkan/mereaksikan larutan/bahan.
Gelas kimia :wadah menampung es batu
Gelas ukur: Mengukur jumlah banyaknya larutan yang ingin mau digunakan
Timbangan : Menimbang berat bahan yang ingin digunakan
Thermometer : mengukur suhu pada larutan
Pipet tetes : memindahkan larutan ke wadah lain.
Batang pengaduk: untuk mengaduk mencampurkan
Sikloheksanol : Untuk membuat reagen pada pembuatan sikloheksanon
Es batu : Untuk menaikkan temperature
Asam Sulfat : Untuk mencampurkan pada reagen dalam membuat sikloheksanon
Natrium Dikromat : Untuk mencampurkan dalam membuat sikloheksanon
Aquades: untuk mencampurkan dari radium kromat
Asam oksalat: untuk memicu terjadinya gelembung
Alat destilasi: untuk memisahkan larutan menjadi beberapa komponen.
Corong penyaring : sebagai alat untuk mempermudah perpindahan dalam penyaringan zat,
kertas saring : sebagai kertas untuk menyaring larutan dari senyawa pengotor yang dapat mengganggunya, dan labu dasar bulat: sebagai tempat untuk larutan.
Konektor: berfungsi menghubungkan suatu rangkaian dari destilasi penjepeit agar labu dasar bulatnya tetap pada tempatnya dan tidak bergeser,
karet gelang dipasang : agar untuk memastikan konektornya tidak mudah lepas dan
thermometer: untuk mengukur suhu destilasi selang sebagai tempat keluarnya larutan hasil kondensor,
kondensor: berfungsi srbagai tabung untuk mendinginkan uap hasil pemanasan menjadi larutan kembali.
nacl: untuk menjenuhkan air dan memisahkan antara air dan sikloheksanon
labu erlenmeyer sebagai tempat untuk meletakkan larutan, natrium sulfat untuk menyerap air yang terdapat dalam sikloheksanon
gelas kimia kecil untuk tempat meletakkan larutan sikloheksanon,
Untuk mengetahui massa yang dipakai dan mencampurkan larutan
Siap direaksikan/dicampukan
2.
Diguncang diaduk dengan digoyangkan tabung elenmeyer dan dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air es batu lalu dibiarkan
Untuk mengomogenkan dan mereaksikan
Warnanya menjadi putih bening
3.
Ditimbang 11 gram Natrium dikromat ke dalam gelas kimia, dan ditambahkan air
Kemudian diaduk sampai homogen
Untuk mencampurkan reaksi pada pembuatan sikloheksanon
Hasilnya berubah menjadi warna orange cerah
4.
Kemudian dicampurkan dengan yang berisi campuran sikloheksanol+es batu+ asam sulfat tadi kemudian ditmasukkan thermometer diaduk terus sambil melihat suhu yang ingin dicapai
Warna berubah menjadi kuning kecoklatan
5.
Dilakukan penambahan air dan natrium dikromat itu dengan secara perlahan sambil di goyang-goyang tbg rx dengan diaduk dan dilihat temperaturnya pada thermometer
Untuk menaikkan temperaturnya maka ditambahkan es batu sampai mencapai suhu 44°C sambil dimasukkan kedalam gelas kimia berisi es batu.
Warna perlahan berubah dari warna kecoklatan cerah, kecoklatan gelap dan akhirnya berubah menjadi kehijauan gelap dan muncul adanya gelembuing pada tabung reaksi
6.
Dimasukkan 1 gr asam oksalat dan kemudian dilakukan destilasi
Untuk melihat tanda adanya gelembung dan untuk melakukan penyulingan
7.
Disiapkan alat destilasi dan disiapkan corong penyaring dan kertas saring pada labu dasar bulat dan dimasukkan larutankedalamlabu dasar bulatdan ditambahkan 30 ml air
Untuk memasukkan larutan kedalam labu dasar bulat dengan bantuan kcorong pisah dan kertas saring untuk memisahkan larutan dari zat zatpengotir yang mungkin masih ada
diperoleh larutan berwarna bening
8.
Dipasang konektor pada labu bulat dan dipasangkan kepenjepit lalu dipasang kondensor dan karet gelang kemudian dipasangkan termometer dan dipadatkan dipasangkan selang pada kondensor
Untuk merangkai alat destilasi yang siap digunakan
diperoleh rangkaian alat destilasi yang siap digunakan
9.
dipanaskan sampai pada titik didih sikloheksanonsekitar 161°C
Untuk memanaskan larutan sampai titik didih kan hingga diperoleh komponen yang diinginkan
pada suhu 98°C diperoleh tetesan pertama larutan dari kondensor dan pada suhu 105°C diperolehpada labu bulat produk yang dihasilkan yaitu sikloheksanon dan air
10.
Disiapkan corong pemisah dan penyangga lalu dirangkai alat tersebut
diperoleh alat corong pisah siap digunakan
11.
Dimasukkan hasil destilasi dan nacl digoncang
untuk melihat perbedaan larutansikloheksanon dan air
diperoleh terjadinya penjenuhan pada botol bagian bawahnya yang dimana terdapat kelebihan nacl dan lapisan bawah merupakan lapisan air
12.
Dimasukkan ke dalam corong pisah dan dilakukan pemisahan secara perlahan
untuk memisahkan larutan sikloheksanon dan air
terlihat bahwa lapisan atasnya bening dan tidak terdapat larutan garam dan diperoleh lapisan bawah yang terdiri dari lapisan air dan garam nacl
13.
kemudian dimasukkan lapisan atas pada corong pisah berupa sikloheksanonkedalam labu erlenmeyerdimana masih terdapat air beberapa tetes dan dimasukkan natrium sulfat dan didiamkan beberapa menit
agar air pada sikloheksanon benar benar dapat dipisahkan
terdapat gumpalan putih
14.
Disiapkan neraca timbang analitik dan disiapkan gelas kimia kecil dan diambul larutan dengan pipet tetes
untuk menghitung hasil akhir yang didapatkan untuk sikloheksanon
Diperoleh 4,09 gr sikloheksanon 100%
VII. Pembahasan
Reaksi pembentukan sikloheksanon sebagai berikut:
3C6H11OH + CrO7 2- + 8H+ 3C6H10O + 2Cr3+ + 7H2O
Campuran kemudian didestilasi, dimana destilasi merupakan pemurnian dengan perperbedaan titik didik pada suhu dan tekanan tertentu, Destilasi dilakukan hingga diperoleh 65 mL destilat. Destilat yang diperoleh diperoleh terdapat 2 lapisan, yaitu lapisan atas berupa sikloheksanon dan lapisan bawah berupa air. Sikloheksanon yang diperoleh berwarna kekuningan dan air berwarna keruh. Larutan tersebut kemudian dijenuhlan dengan NaCl yang bertujuan agar sikloheksanon tidak dapat bereaksi dengan lagi dengan senyawasenyawa lain sehingga diperoleh 4,09 gr sikloheksanon 100%.
VIII. Pertanyaan pascapraktek
1. Mengapa harus mencapai suhu 60 ℃ itu terbentuknya eter ?
2. Bagaimana proses destilat akan menghasilkan eter?
3. Destilat yang diperoleh diperoleh terdapat 2 lapisan? Apa saja lapisan tersebut?
IX. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu:
proses pembuatan sikloheksanon dapat dilakukan dengan cara oksidasi sikloheksanol dengan zat oksidator berupa natrium kromat.
XI. Daftar pustaka
Setiawan, S. 2015. Kimia Organik Jilid 1. Jakarta: Bina Rupa Aksara.
Wilbram. 1992. http://chem.-is-try.com. diakses pada tanggal 27 April 2021
Baiklah Saya Sindi PErmata Sari, Dengan NIM A1C119064, Ingin menjawab pertanyaan dari Lela sastry no 3, Menurut saya destilasi merupakan pemurnian dengan perperbedaan titik didik pada suhu dan tekanan tertentu, Destilasi dilakukan hingga diperoleh 65 mL destilat. Destilat yang diperoleh diperoleh terdapat 2 lapisan, yaitu lapisan atas berupa sikloheksanon dan lapisan bawah berupa air. Sikloheksanon yang diperoleh berwarna kekuningan dan air berwarna keruh
BalasHapusbaiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
BalasHapusAkan menjawab permasalahan no 1
karena suhu memperlihatkan suatu drajat panas pada suatu benda. Atau mudahnya, semakin tinggi suhu benda, maka yang terjadi maka semakin panas benda tersebut.
Baiklah, Perkenalkan nama saya Soni Fitri Br Nababan (A1C119097) akan menjawab pertanyaan lela yang no. 2
BalasHapusDengan cara dipisahkan secara sempurna melalui destilasi akan menghasilkan eter. Eter siklik Dehidrasi senyawa alkohol dapat menghasilkan eter: 2 R-OH → R-O-R + H2O.