Laporan akhir percobaan 5 reaksi - reaksi hidrokarbon


  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN REAKSI-REAKSI HIDROKARBON


PRAKTIKUM


KIMIA ORGANIK I


 





 

                       


                                                                        DISUSUN OLEH :


           Lela Sastry Br Sormin


                                     A1C119086


                                    REGULER B


 


 


     DOSEN PENGAMPU :


        Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.


 


 


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS JAMBI


                                                                            2021






VII. Data Pengamatan


NO


Perlakuan


Alat dan bahan


Tujuan


Hasil


Tabung 1


Di ambil minyak goreng 1 ml menggunakan pipet tets

Di masukkan kedalam gelas ukur

Di masukkan kedalam tabung reaksi

Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Digoncang tabung agar merata

Di gocang selama 2 menit

 

Alat :  


Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

Gelas ukur : untuk mtempat sampel

Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

 Bahan


Minyak goring : sampel yang diamati

 KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut

KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk

Tabung 2

Di ambil minyak jelantah 1 ml menggunakan pipet tets

Di masukkan kedalam gelas ukur

Di masukkan kedalam tabung reaksi

Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Digoncang tabung agar merata

Di gocang selama 2 menit

 

Alat : 

Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

Gelas ukur : untuk mtempat sampel

Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

 Bahan


Minyak jelantah : sampel yang diamati

KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut


KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk


 Tabung 3


Di ambil paraffin 1 ml menggunakan pipet tets

Di masukkan kedalam gelas ukur

Di masukkan kedalam tabung reaksi

Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Digoncang tabung agar merata

Di gocang selama 2 menit

Alat :  


Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

Gelas ukur : untuk mtempat sampel

Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

 Bahan

Paraffin : sampel yang diamati


KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

 

Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut


KMnO4 tidak bereaksi dengan hidrokarbon jenuh, yang ditandai tidak berubahnya warna dan tetap berwarna ungu tua


Tabung 4


Di ambil pertalite 1 ml menggunakan pipet tets

Di masukkan kedalam gelas ukur

Di masukkan kedalam tabung reaksi

Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Digoncang tabung agar merata

Di gocang selama 2 menit

Alat : 


Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

Gelas ukur : untuk mtempat sampel

Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

 Bahan


pertalite : sampel yang diamati

KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut


KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk



Tabung 5


Diambil naftalen lalu dihaluskan menggunakan lumping dan alu

Di ambil naftalen 1 ml menggunakan pipet tets

Di masukkan kedalam gelas ukur

Di masukkan kedalam tabung reaksi

Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Digoncang tabung agar merata

Di gocang selama 2 menit


 

Alat : 

Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

Gelas ukur : untuk mtempat sampel

Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

 Bahan


Minyak goring : sampel yang diamati

KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

 


Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut


KMnO4 tidak bereaksi dengan hidrokarbon aromatik, yang ditandai tidak berubahnya warna dan tetap berwarna ungu tua


 


VIII. Pembahasan

Yang sudah kita ketahui ,kita lihat bahwa ketika setiap larutan terjadi perubahan warna ,ada yang berwarna ungu kemerahan dan ada juga warna nya tetap seperti larutan semulanya 


Hilangnya warna ungu pada n-metana disebabkan karena MnO2 coklat akan mengendap ketika bereaksi, jika MnO4- bereaksi dengan alkana atau alkena maka ion permanganat ungu akan menghilang.


KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk .KMnO4 tidak bereaksi dengan hidrokarbon jenuh, yang ditandai tidak berubahnya warna dan tetap berwarna ungu tua


IX. Pertanyaan


1. Mengapa tidak terjadi perubahan warna pada larutan? 

2. Mengapa dilakukan pengocokan terhadap larutan ? Mengapa tidak didiamkan saja 

3. Apa yang menyebabkan warna ungu pada kalium permanganat berubah menjadi warna kecoklatan ketika ditambahkan n-heksena?


X. Kesimpulan


Uji Baeyer merupakan uji yang menunjukkan kereaktifan hidrokarbon terhadap oksidator KmnO4 ( Katalis ) Reaksi oksidasi terjadi bila warna ungu dari KMnO4 hilang dari campuran hilangnya warna ungu dikarenakan adanya reaksi ion KMnO4 dengan Alkena dan alkuna membentuk glikol atau diol dan endapan coklat dari MNO2. Minyak goring, jelantah dan pertalite merupakan larutan yang positif terhadap uji Baeyer atau hidrokarbon tak jenuh, sedangan paraffin jenuh dan naftalena aromatik.


Komentar

  1. Baiklah perkenalkan saya
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no. 2
    Adapun yang menyebabkan
    warna ungu pada kalium permanganat berubah menjadi warna kecoklatan apabila ditambahkan n-heksena adalah dikarenakan KMnO4 bereaksi positif dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk .

    BalasHapus
  2. Baiklah, Perkenalkan nama saya Soni Fitri Br Nababan (A1C119097) akan menjawab pertanyaan lela yang no. 3
    yang menyebabkan hal itu terjadi dikarenakan hasil uji bayer ini berhasil atau positif dengan kalium permangat dapat bereaksi. Dengan kondisi sifatnya yang sama akan membuat reaksinya menimbulkan warna coklat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan praktikum kromatografi kolom