Laporan praktikum ekstraksi pada senyawa organik
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
EKSTRAKSI PADA SENYAWA ORGANIK
NAMA : Lela Sastry Br Sormin
A1C119086
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILIMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. DATA PENGAMATAN
No | Perlakuan | Alat dan Bahan | Tujuan | Hasil Pengamatan |
1 | wadah ditara terlebih dahulu | Alat: 1.Toples Besar berfungsi sebagai wadah untuk sampel 2. Wadah Ekstrak berfungsi sebagai wadah untuk pengektrakan sampel 3. Timbangan berfungsi untuk menimbang bobot dari sampel 4. Gunting berfungsi untuk memotong kertas saring yang akan digunakan 5. Sendok Tanduk berfungsi untuk mengaduk sampel 6. Corong Gelas berFungsi sebagai alat bantu untuk memindah / memasukkan larutan ke wadah atau suatu tempat
Bahan 1.Daun Kadamba berfungsi sebagai sampel yang akan digunakan 2. Pelarut berfungsi untuk melarutkan sampel yang digunakan 3. Kertas Saring berfungsi untuk menyaring dari larutan tersebut | Untuk tempat dari sampel yang akan digunakan | Wadah siap digunakan |
2 | dimasukkan sampel kewadah dan ditimbang sebanyak 50 gram | Untuk mendapatkan berat bobot dari sampel | Berat bobot sampel yang diperoleh sebanyak 50 gram | |
3 | dimasukkan sampel yang telah ditimbang ke wadah tertutup | Untuk melihat dan mempercepat prose maserasi | Sampel belom mengalami perubahan | |
4 | ditambahkan pelarut yang sesuai hingga terendam keseluruh permukaan sampel | Untuk melarutkan sampel | Sampel dapat melarut | |
5 | ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam, dimana proses ini diulang sebanyak 3 kali (Remaserasi)
| Untuk melihat perubahan yang terjadi pada sampel | Dihasilkan cairan sampel yang berwarna hijau pekat yang masih terdapat ampas dari sampel | |
6 | disaring hasil maserasi menggunakan corong yang telah dilapisi kertas saring
| Untuk menyaring ampas dari sampel yang digunakan | Diperoleh cairan sampel berwarna hijau pekat tanpa ada ampas dari sampel yang digunakan | |
7 | diuapkan hasil maserasi menggunakan evaporator
| Untuk menguapkan hasil maserasi | Maserasi siap diuapkan dengan menggunakan eveporator |
VIII. PEMBAHASAAN
Dimana, dari vidio tersebut bahwa hal yang pertama dilakukan pada proses ekstraksi pada maserasi yaitu wadah ditara terlebih dahulu, yang mana tujuannya untuk tempat dari sampel yang akan digunakan.
. Lalu, ditambahkan pelarut yang sesuai hingga terendam keseluruh permukaan sampel. Kemudian, ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam, dimana proses ini diulang sebanyak 3 kali (Remaserasi), yang mana tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil yang akurat dari maserasi dan juga hasil rendemen dari proses maserasi yang diperoleh juga lebih kompleks.
IX. PERTANYAAN
1. Mengapa dilakukan rendemen pada percobaan ini?
2. Apa yang dimaksud dengan ekstraksi wadah maserasi?
3. apa tujuan diuapkan hasil maserasi menggunakan alat evaporator?
X. KESIMPULAN
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi dari proses maserasi ini adalah lamanya waktu yang dilakukan pada proses perendaman simplisia, tempat yang digunakan dalam proses maserasi ini adalah tempat yang gelap dimana supaya proses ekstraksi dapat berlangsung dengan cepat, dan jumlah pelarut yang digunakan, dimana semakin banyak jumlah pelarut yanng digunakan maka hasil dari rendemen yang diperoleh juga akan meningkat.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Hasrianti., N. 2016. Pemanfaatan Ekstrak Bawang Merah Dan Asam Asetat Sebagai Pengawet Alami Bakso. Jurnal Dinamika. Vol 7 No 1.
Petrucci. 1987. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga
Baiklah, Perkenalkan nama saya Soni Fitri Br Nababan (A1C119097) akan mennawab pertanyaan lela yang no. 1
BalasHapusDalam maserasi ini suatu pemisahan ekstraksi tanpa pemanasan jadi dengan cara perendaman hasil sampel dengan pelarut agar dimana hasilnya yang menjadi suatu ekstrak.
baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
BalasHapusAkan menjawab permasalahan no 3
Untuk menguapkan hasil maserasi
Baiklah saya Adith Andrizal dengan NIM A1C119065 akan mencoba menjawab permasalahan no 2. Maserasi merupakan proses perendaman sampel menggunakan pelarut organik pada temperatur ruangan. Proses ini sangat menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman sampel tumbuhan .
BalasHapus